Berpikir tanpa Bertindak sama buruknya dengan Bertindak tanpa Berpikir

Oleh : Novie Indrawati Sagita, S.IP, M.Si

Tahun 1966-1973 merupakan awal dari lahirnya sistem politik Orde Baru. Masa ini merupakan masa transisi yang ditandai dengan terjadinya  peralihan kekuasaan dari Presiden Soekarno kepada Jenderal Soeharto. Pada masa transisi tersebut  berkembang pemikiran-pemikiran tentang rehabilitasi dan stabilisasi di bidang politik dan pemerintahan selepas terjadinya kekacauan-kekacauan politik  pada masa Orde Lama.

Pemikiran-pemikiran politik masa awal Orde Baru banyak didominasi oleh kelompok sipil nasionalis, agama dan utamanya dari kalangan militer (Jenderal Soeharto). Beberapa butir pemikiran yang berkembang pada masa itu adalah sebagai berikut :

  1. Hukum Konstitusi : Pada masa Orde Lama banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan  peraturan hukum yang tidak mencerminkan jiwa Pancasila dan asas negara hukum. Pemerintahan dijalankan atas prinsip diktatorial semata.  Sebagai contoh MA sebagai lembaga  yudikatif tidak terlepas dari pengaruh kekuasaan, ketua MA diangkat sebagai menteri negara yang menyebabkan pengintegrasian MA dalam tubuh kabinet sebagai lembaga  eksekutif. Karena itu dirasakan perlu untuk mengembalikan kewibawaan Indonesia sebagai negara hukum, dengan pemurnian pelaksanaan UUD 1945 dan Pancasila.
  2. Ideologi: Ideologi Pancasila merupakan satu-satunya asas kehidupan bernegara dan melarang doktrin-doktrin ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila,  seperti Marxisme dan Komunisme
  3. Kontribusi militer dalam pemulihan iklim politik-pemerintahan, dengan gagasan dwifungsi ABRI
  4. Pembenahan bidang pemerintahan daerah,  mengatur pelaksanaan desentralisasi teritorial dan politik dekonsentrasi untuk menjaga keutuhan NKRI (MPRS No. XXI/MPRS/1968)
  5. Masalah demokrasi parlementer dengan sistem multi partai ternyata tidak cukup efektif bagi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan ekonomi dan stabilitas politik  untuk itu perlu dilakukan penyederhanaan partai  melalui fusi partai, sehingga dalam sistem kepartaian pemerintah hanya mengakui 2 partai politik dan Golongan Karya. PPP (NU, Parmusi, PSII, Perti. Sedangkan Partai Demokrasi Pembangunan yg kmd berubah nama menjadi Partai Demokrasi Indonesia /PDI (partai Katolik, Parkindo, PNI, IPKI)
  6. Untuk memudahkan konsolidasi di masyarakat, Soeharto  menjalankan politik Korporatisme dengan membentuk organisasi-organisasi  seperti Korpri, FBSI, HKTI, KNPI, dan   HNSI

Tugas Mahasiswa

  1. Tugas individu menuliskan pendapat tentang sosialisme dan liberalisme  (1-2 hal) dilengkapi dengan literatur, diketik komputer, A4, dikumpulkan tanggal 27 Oktober 2010
  • 1. Fachriadinata
  • 2. Dodi
  • 3. Aji Ramdani
  • 4. Farsyan
  • 5. Adipta
  • 6. Noval
  • 7. Mustabsyiratul
  • 8. Oki Kurniawan

Kepada nama-nama diatas untuk terus meningkatkan keberanian berpikir dan berpendapat disertai pematangan konsep-konsepnya. Untuk mahasiswa lain, diharapkan mengikuti prestasi mahasiswa diatas

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.